Batik Banten

Posted by kak doto Senin, 10 Juni 2013 0 komentar
Kota Banten terletak di ujung barat pulau Jawa, Banten merupakan provinsi pecahan dari provinsi Jawa Barat sejak tahun 2000. Banten memiliki salah satu kerajinan yang bersumber dari kearifan lokal yaitu berupa kain Batik Banten. Sebagian orang mungkin belum mengetahui jika di Banten terdapat batik. Sejarah Batik Banten, tak akan lepas dari peninggalan kerajaan Banten.
Beberapa tahun terakhir batik Banten menjadi pembicaraan karena baru diketahui bahwa ternyata masyarakat Banten sudah mempunyai tradisi membatik sejak abad 17, dimana kala itu dikenal yang namanya selimut batik atau Simbut. Sejak masa kejayaan Banten berakhir, tradisi ini pun tidak lagi dilanjutkan. Batik Banten mulai dikembangkan lagi pada tahun 2002, ketika seorang arkeolog menemukan peninggalan Kerajaan Banten yang kemudian diteliti. Arkeolog tersebut ingin memperkenalkan ragam hias yang di dapat selama penelitian arkeologi di situs Banten Lama. Dari hasil penelitian tersebut, ditemukan lebih kurang 75 ragam hias. Untuk lebih memperkenalkan ragam hias tersebut, dipilihlah media batik sebagai sarana yang paling mudah untuk memasyarakat. Sampai sekarang ini, sudah lebih dari 50 ragam hias yang dituangkan dalam bentuk kain batik, bahkan 12 diantaranya telah dipatenkan di tahun 2003.
Batik Banten memiliki tampilan warna yang sangat meriah, gabungan dari warna warna pastel yang berkesan ceria namun juga lembut. Sangat cocok dalam menggambarkan karakter orang Banten yang memiliki semangat tinggi, cita-cita tinggi, karakter yang ekspresif namun tetap rendah hati. Paduan warna tersebut dipengaruhi oleh air tanah, yang dalam proses pencelupan, mereduksi warna-warna terang menjadi warna pastel karena kandungan yang ada di dalamnya.
Batik Banten pun muncul sebagai salah satu batik yang mempunyai ciri khas dan keunikan yang berbeda dari batik lain yang selama ini dikenal. Motif Batik Banten merupakan rekonstruksi dari pola hias gerabah dan keramik lokal peninggalan Keraton Kesultanan Banten. Pola hias ini sudah ditetapkan dan merupakan pola khas Banten. Motif Batik Banten banyak mengandung filosofi yang berasal dari toponim yang diambil dari nama tempat, bangunan, maupun ruang dari situs Banten Lama dan juga dari nama gelar di masa Kesultanan Banten. Motif yang mengambil nama tempat diantaranya adalah Pamaranggen, Pancaniti, Pasepen, Pajantren, Singayaksa, Pasulaman, Datulaya, Srimanganti, dan Surosowan.
Motif Singayaksa, motif ini diambil dari nama tempat Sultan Hasanuddin sholat Istikharah memohon petunjuk Allah dalam mendirikan keraton.
Batik Banten Motif Singayaksa
Batik Banten Motif Singayaksa
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Motif Pancaniti, diambil dari nama tempat di mana Sultan Maulana Hasanuddin menyaksikan para prajuritnya berlatih dilapangan.
Batik Banten Motif Pancaniti
Batik Banten Motif Pancaniti
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Motif Pamaranggen adalah nama tempat dimana para pengrajin keris dan asesoris keris dilingkungan kasultanan Banten.
Batik Banten Motif Pamaranggen
Batik Banten Motif Pamaranggen
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Motif Pasepen adalah nama tempat tata ruang istana tempat Sultan Maulana Hasanuddin melakukan meditasi di Kesultanan Banten.
Batik Banten Motif Pasepen
Batik Banten Motif Pasepen
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Motif Pejantren adalah motif ini terinspirasi dari nama tempat di mana para pengrajin tenun di wilayah Banten.
Batik Banten Motif Pejantren
Batik Banten Motif Pejantren
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Motif Surosowan adalah nama tempat atau ruang menghadap raja atau Sultan Kesultanan Banten.
Batik Banten Motif Surosowan
Batik Banten Motif Surosowan
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Motif Datulaya yaitu tempat tinggal atau tata ruang keluarga di Kesultanan Banten. Motif ini memiliki dasar belah ketupat berbentuk bunga dan lingkaran dalam figura sulur-sulur daun. Warna yang digunakan, motif dasar berwarna biru, variasi motif pada figura sulur-sulur daun berwarna abu-abu. Nama datulaya ini diambil dari tempat tinggal Sultan Maulana Hasanuddin. Datu itu artinya pangeran, laya artinya tempat tinggal. Batik Banten juga ada yang berwarna dasar abu-abu agak lembut menunjukkan simbol watak orang Banten yang keras tapi sederhana, memiliki cita-cita tinggi dan disegani.
Batik Banten Motif Datulaya
Batik Banten Motif Datulaya
Sumber: http://batikindonesia.com
Batik Banten Motif Datulaya
Sumber: http://sosbud.kompasiana.com
Motif yang mengambil nama gelar diantaranya Sabakingking (gelar dari Sultan Maulana Hasanudin), Kawangsan (nama gelar yang diberikan kepada Pangeran Wangsa dalam penyebaran agama Islam), Kapurban (nama gelar yang diberikan kepada pangeran Purba dalam penyebaran agama Islam), Mandalikan (berhubungan dengan Pangeran Mandalika).
Batik Banten Motif Kapurban
Batik Banten Motif Kapurban
Sumber: http://www.motifbatik.web.id
Penggunaan batik banten sekarang ini sudah mulai memasyarakat, terutama penggunaan di kota Serang. Beberapa sekolah sekarang ini sudah menggunakan batik banten untuk seragam sekolah. Ragam hias bangunan artefak Banten Lama yang dijadikan motif batik tersebut kini juga kembali digunakan dalam ragam hias bangunan Masjid Agung di Kawasan Pusat Pemerintahan Propinsi Banten.
Tahukan Sahabat Fitinline, jika Batik Banten merupakan batik pertama yang memiliki hak paten di UNESCO bahkan predikat terbaik sedunia. Pada tahun 2003, motif Batik Banten dipatenkan setelah adanya kajian di Malaysia dan Singapura yang diikuti 62 negara seluruh dunia. Batik Banten telah mengalami proses panjang hingga akhirnya diakui di seluruh dunia. Batik Banten memiliki identitas tell story (motifnya bercerita) memiliki khas tersendiri, karena beberapa motifnya diadopsi dari benda-benda sejarah (artefak). Inilah tatanan aset yang menjadi ciri khas Batik Banten tersebut. Batik Banten sudah masuk di kancah internasional, bukan karena bentuk dan tatanananya saja, melainkan juga ciri khas yang dimiliki. Semoga bermanfaat.
TERIMA KASIH ATAS KUNJUNGAN SAUDARA
Judul: Batik Banten
Ditulis oleh kak doto
Rating Blog 5 dari 5
Semoga artikel ini bermanfaat bagi saudara. Jika ingin mengutip, baik itu sebagian atau keseluruhan dari isi artikel ini harap menyertakan link dofollow ke http://batikjoss.blogspot.com/2013/06/batik-banten.html. Terima kasih sudah singgah membaca artikel ini.

0 komentar:

Poskan Komentar

trikmudahseo.blogspot.com support www.evafashionstore.com - Original design by Bamz | Copyright of BATIK INDONESIA.